“Terputusnya akses jembatan di Sumatera telah melumpuhkan aktivitas anak-anak sekolah dan roda ekonomi warga yang hingga kini masih bertahan dalam keterbatasan,” demikian sorotan tajam yang menggambarkan kondisi mendesak di kawasan terdampak bencana Sumatera Barat.
Aksi Bersama – Pasca-penanganan di Aceh, gelombang solidaritas kemanusiaan melalui lembaga Aksi Bersama kini diarahkan ke kawasan Lambuang Bukit, Padang, Sumatera Barat. Kerusakan parah melanda Jembatan Lubuk Mande Rubiah yang selama ini menjadi satu-satunya urat nadi mobilitas harian warga setempat. Berdasarkan pantauan di lapangan, struktur penopang jembatan mengalami kerusakan berat dengan kabel baja yang sudah kendur, berkarat, serta memiliki lebar lintasan yang sangat sempit dan berisiko tinggi bagi keselamatan pelintas.
Hancurnya infrastruktur penghubung akibat terjangan banjir bandang tersebut berdampak langsung pada lumpuhnya aktivitas sosial dan ekonomi. Ratusan kepala keluarga di kawasan Lubuk Parahu, Batu Busuak, terisolasi dalam memenuhi kebutuhan dasar serta mendistribusikan hasil bumi seperti komoditas kebun, padi, dan hasil ternak ke pasar utama.
“Pembangunan kembali jembatan ini bukan cuma tentang menghubungkan dua wilayah, tapi tentang mengubah masa depan dan taraf hidup ratusan keluarga di dalamnya,” ungkap perwakilan tim relawan saat meninjau lokasi jembatan yang rusak.
Kehadiran akses jembatan yang aman diproyeksikan menjadi katalisator kebangkitan ekonomi lokal bagi lebih dari 400 Kepala Keluarga (KK). Pemulihan infrastruktur ini mendesak diselesaikan agar arus distribusi logistik dan aktivitas pendidikan anak-anak sekolah dapat kembali normal tanpa ancaman bahaya harian. Publik dapat memantau langsung perkembangan proses pembangunannya melalui akun resmi @aksibersama_id serta menyalurkan dukungan donasi melalui platform @kitabisacom.
