23 April, 2026

Merawat Harapan di Pelosok Cilangari: Catatan Perjalanan Ibnu Al Hasyim

Penulis : Ibnu Al Hasyim – Aksi Bersama

Aksi Bersama — Perkenalkan, saya Ibnu Al Hasyim. Izinkan saya berbagi sedikit catatan dari perjalanan peresmian jembatan di Cilangari, Kabupaten Bandung Barat, yang baru saja kami lalui.

Perjalanan kali ini adalah ujian kesabaran dan ketangguhan bagi kami semua. Dimulai dari hambatan teknis saat keberangkatan di Brawijaya X, hingga perjalanan enam jam menembus tikungan tajam Bandung Barat. Kondisi di lapangan pun cukup ekstrem; akses menuju penginapan warga sangat gelap, licin, dan curam. Beberapa rekan kami sempat terperosok ke parit, bahkan kami harus membawa perbekalan air bersih sendiri karena keterbatasan sumber air di lokasi.

Meski Bandung Barat menjadi lokasi yang paling menantang dibandingkan Banten atau Karanganyar, pengalaman ini menjadi evaluasi berharga bagi kami. Namun di sisi lain, saya menyadari betapa pentingnya Aksi Bersama hadir di pelosok yang selama ini terabaikan oleh pembangunan infrastruktur pemerintah.

Ada satu momen istimewa saat saya dan Kak Fina berbincang dengan Pak Dewo (donatur Aksi Bersama). Beliau menyampaikan komitmen luar biasa: beliau siap membiayai jembatan di daerah lain, asalkan anak-anak muda Aksi Bersama tetap konsisten berjuang. Pak Dewo sangat mengapresiasi karena gerakan ini digerakkan oleh anak-anak muda usia 20-an yang memiliki etos kerja nyata.

Pak Anies, terima kasih telah menginisiasi gerakan “Aksi Bersama” ini. Selama saya menjalankan tugas di Senayan (DPR RI/DPD RI), aspirasi mengenai buruknya infrastruktur dan pendidikan di pelosok adalah hal yang paling sering saya dengar. Alhamdulillah, melalui gerakan ini, Pak Anies telah mewujudkan solusi nyata yang mungkin belum terpikirkan oleh pemerintah.

Saya secara pribadi siap terus mendukung dan mengawal gerakan ini dalam jangka panjang. Banyak pihak di Senayan yang mengagumi bagaimana Pak Anies mampu menggerakkan anak muda untuk aktif dalam kegiatan sosial meskipun tanpa jabatan formal di pemerintahan.

Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal jariyah yang abadi. Terima kasih atas ruang yang Bapak berikan bagi anak muda untuk berbakti. Salam hangat untuk keluarga Bapak, dan orang tua saya sangat menantikan kehadiran Bapak untuk mampir ke rumah kami jika waktu memungkinkan.

Terima kasih banyak, Pak. Semoga berkenan dibaca hingga tuntas.

Aksi BersamaPenulis