Penulis : Kemal – Aksi Bersama Banten
Terisolasi bukan berarti berhenti bermimpi. Itulah semangat yang dibawa oleh tim dari Teman Aksi Bersama Banten saat pasca setelah pembangunan Jembatan Titian Persatuan Cikembang. Di balik struktur jembatan gantung yang kini berdiri kokoh, tersimpan cerita tentang perubahan sosial dan masa depan anak-anak di pelosok Desa Cihanjuang.
Jembatan Mengubah Wajah Pendidikan di Pelosok Daerah Banten
Berdasarkan hasil social mapping di Kampung Cikembang, akses geografis selama ini menjadi tantangan utama. Dengan jumlah sekitar 20 anak usia sekolah, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa baru dua orang saja yang berhasil menyelesaikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMP). Selebihnya, pendidikan seringkali terhenti di tingkat Sekolah Dasar karena akses yang sulit dan berisiko.
Kehadiran Titian Persatuan Cikembang ini menjadi titik balik. Akses yang dulu terputus kini menyatu, memberikan keamanan dan kemudahan bagi anak-anak untuk mengejar ketertinggalan pendidikan mereka tanpa harus bertaruh nyawa menyeberangi arus sungai. ini menjadi solusi konkret dalam program community development yang kami jalankan di Teman Aksi Bersama Banten.
Menghidupkan Kembali Tradisi Mengaji di Pesantren (Kobong)
Dampak sosial yang paling terasa pasca-pembangunan adalah geliat pendidikan agama di wilayah cikembang. Jembatan ini telah memangkas jarak antara rumah warga dengan sekolah agama, menciptakan suasana baru yang lebih hidup:
- Pengajian yang Kian Ramai: Jika dulu akses menjadi penghambat, kini pengajian warga dan anak-anak jauh lebih ramai dari sebelumnya.
- Rutinitas Ba’da Ashar: Setiap sore, anak-anak Cikembang kini dengan mudah menuju kobong untuk belajar hafalan Al-Quran, Bahasa Arab, hingga pengajian kitab kuning.
- Ruang Interaksi Warga: Jembatan Titian Persatuan Cikembang ini memicu mobilitas warga yang lebih aktif, memperkuat ikatan silaturahmi yang selama ini terhalang oleh derasnya arus sungai.
Komitmen Aksi Bersama Banten
Kami dari Teman Aksi Bersama Banten percaya bahwa perubahan besar dimulai dari akses yang setara. Melalui Social Mapping dan Repeat Asesment yang dilakukan, kami melihat bahwa Titian Persatuan Cikembang ini telah menjadi katalisator bagi warga untuk lebih berdaya secara sosial maupun ekonomi.
Pembangunan ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dalam community development dapat memberikan dampak langsung bagi kualitas hidup masyarakat. Bersama-sama, kita pastikan anak-anak di Kampung Cikembang tidak lagi hanya menjadi penonton perubahan, tapi menjadi aktor utama di masa depan.
“Pemberdayaan masyarakat bukan hanya sekadar membangun infrastruktur material, tetapi juga membersamai kembali interaksi sesama warga desa, memperkuat religi keimanan masyarakat, serta memastikan tidak ada pendidikan yang tertinggal karena akses yang sulit.”
