24 April, 2026

Di Balik Gema Qiroat Cikembang: Catatan Riset di Pondok Pesantren Jamiatul Mubtadi

Penulis : Kak Iman, Kak Dewi, Kak Ara dan Kak Husnul – Aksi Bersama Banten

Pengalaman berkesan di Pondok Pesantren Jamiatul Mubtadi Cikembang, bersama tim Aksi Bersama melakukan riset lapangan dan observasi kegiatan di Pondok Pesantren Jamiatul Mubtadi Cikembang. Saya iman setiawan ditemani oleh Ka Dewi, Ka Ara, dan Ka  Husnul.

Alhamdulillah, kami disambut dengan baik oleh pimpinan pondok pesantren, Kiyai Khoreduin dan Istrinya

disambut  yang luar biasa kami disuguhkan dengan makanan yang luar biasa dan berbincang-bincang banyak, sehingga kami mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru. Pimpinan pondok pesantren ini sangat ramah dan terbuka, sehingga kami merasa sangat nyaman selama melakukan riset lapangan.

Pondok pesantren ini fokus pada pembelajaran qiroat/qori, yang menunjukkan komitmen mereka dalam mengembangkan kemampuan santri dalam bidang agama. Kami sangat terkesan dengan ketulusan dan dedikasi Kiyai Khoreduin dan istrinya dalam menampung semua santri tanpa biaya sepeser pun, meskipun dengan keterbelakangan ekonomi yang tidak memadai.

Dan yang menarik adalah mereka tidak hanya mempelajari ilmu qori/qiroat, tetapi juga mempelajari kitab kuning yang di ajarkan oleh istri kiyai khoerudin. Pondok pesantren jamiatul mubtadi cikembang yaitu pada tahun 2014,dengan jumlah santri saat ini kurang lebih 15 santri,saat ini,sedang ada pembangunan kobong/pondok pesantren untuk santriawati, sehingga para santiawati tidak ada tempat evakuasi yang memadai,akhirnya mereka di pulangkan sementara hingga pembangunan kobong/pondok selesai.

Kami bertemu dengan wildan seorang santri berusia 17 tahun yang berbakat dalam melantunkan ayat suci Al-Quran dengan suara yang merdu. Berkat bimbingan Kyai Khoirudin, wildan berhasil meraih juara 2 dalam sebuah kompetisi dan sering diundang dalam berbagai acara. Selain memiliki kemampuan dalam bidang qori,wildan juga memiliki minat dalam dunia teknisi, seperti memperbaiki kipas dan mesin air.

Kami juga melihat bahwa masyarakat Cikembang dan sekitarnya masih mengalami ketimpangan sosial ekonomi yang signifikan. Pondok pesantren ini menjadi salah satu pilihan pendidikan yang layak bagi mereka yang tidak mampu mengakses pendidikan formal karena biaya yang tinggi.

Kami sangat terenyuh melihat masyarakat yang membutuhkan fasilitas pendidikan yang layak. Kami sadar bahwa agen perubahan bukan hanya sekedar mencapai cita-cita atau impian individu, tetapi lebih kepada kebermanfaatan untuk masyarakat banyak.

Riset lapangan dan observasi ini memberikan kami wawasan yang lebih dalam tentang pentingnya pendidikan dan peran agen perubahan dalam masyarakat. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan pondok pesantren ini untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.

Aksi BersamaPenulis