Penulis : Fajar Satriyawan Wahyudi – Aksi Bersama Daerah
Aksi Bersama — Hingga hari ini, hangatnya suasana peresmian jembatan di Karanganyar pada akhir Januari kemarin masih membekas kuat di ingatan. Menempuh perjalanan jauh dari Jawa Timur, segala rasa lelah terbayar lunas saat melihat langsung semangat gotong royong yang luar biasa di lokasi.
Jembatan Titian Persatuan yang diresmikan pada 30 Januari 2026 ini bukan sekadar bangunan fisik. Jembatan ini menjadi urat nadi baru yang menghubungkan Desa Klotok dan Desa Gembreng, yang selama puluhan tahun terpisah oleh akses yang sulit. Melihat warga dari dua desa kini bisa bertemu dengan senyum merekah memberikan saya perspektif baru tentang arti kedekatan sosial.
Bagi saya, momen ini menjadi semakin spesial karena mendapatkan kehormatan untuk menyerahkan buku kepada tim koordinator dan Pak Anies Baswedan. Di tengah keriuhan peresmian, saya ingin menitipkan pesan bahwa pembangunan fisik harus selalu dibersamai dengan pembangunan pemikiran.
Bisa bersenda gurau dan makan bersama warga serta rekan-rekan relawan adalah sebuah kemewahan batin. Karanganyar telah mengajarkan saya bahwa perubahan besar tidak selalu datang dari instruksi atas, melainkan dari tangan-tangan rakyat yang saling bertautan. Sebuah pengalaman yang benar-benar spesial dan tak terlupakan.
