Penulis : Syasa Halimatussya’diyah
Aksi Bersama – Cikembang, sebuah desa di ujung Pandeglang, di mana warga hanya ingin hidup tenang dan bermartabat dengan infrastruktur layak. Pembangunan jembatan tidak berhenti pada urusan teknis beton dan besi, tetapi membentuk resiliensi warga di sekitar jembatan. Aksi Bersama menyebut proses ini dengan sebutan Community Development(Comdev).

Teman Aksi Banten melibatkan warga Desa Cikembang bukan sekadar penerima bantuan, melainkan bagian dari perubahan untuk bersama-sama menjaga jembatan dan menyalakan cahaya harapan yang sempat redup di desa.
Aku mendapatkan kesempatan berharga melakukan Comdev di Cikembang, Pandeglang, Banten, titik jembatan pertama Aksi Bersama. Di sana, aku dan Teman Aksi Banten melakukan social mapping. Aku menaruh kehormatan pada keluasan hati warga Cikembang ketika bercerita sebelum jembatan Aksi Bersama hadir mengubah kehidupan mereka. Ibu Uun menceritakan kehidupan mengenaskan anaknya terjeblos di jembatan beralaskan kayu setelah pulang sekolah.
Anaknya terpaksa bertahan dengan bergelayut selama 1 jam agar tidak jatuh ke aliran sungai yang deras di kala hujan. Beruntung, ada warga di seberang jembatan menyelamatkan hidupnya. Peristiwa tersebut meninggalkan trauma untuk ke sekolah. Jembatan rapuh memutar nasibnya menjadi putus sekolah dan hari-harinya berada di bawah bayangan trauma hidup dan mati.

Ibu Uun mengungkapkan motivasi anak-anaknya ke sekolah meningkat setelah jembatan baru hadir menjadi urat nadi kehidupan desa. Jembatan dari Aksi Bersama juga menjadi penghubung para petani mengantarkan hasil tani keluar desa hingga mengantarkan hewan kurban atas nama Bapak Anies Rasyid Baswedan ke masjid desa. Ibu Saikah bercerita itu adalah momennya pertama kali memakan daging sapi. Lalu, ada pula yang baru tahu bentuk fisik sapi sebagai hewan di depan matanya.
“Saya baru kali ini melihat bentuk sapi seperti apa. Saya dan anak-anak tumbuh dan besar di hutan,” ujar Ibu Uun, suaranya bergetar menahan haru saat menceritakan kilas balik Idul Adha 2025. Turun lapangan dan mendengar cerita warga membuatku terenyuh. Telingaku dilatih untuk mendengarkan secara aktif kenyataan pahit yang harus dihadapi warga Desa Cikembang.
Di sisi lain, hidup tidak sepenuhnya tentang kesedihan, melainkan kebahagiaan dan optimis turut mewarnai hari-hari warga Desa Cikembang, seperti Ibu Saikah mengenalkan Padi Huma kepada Teman Aksi Banten. Huma merupakan jenis padi yang ditanam di lahan kering dan tanpa sistem pengairan buatan. Saat panen, padi menghasilkan beras merah. Melansir dari jurnal Yudi Putu Satriadi (2015) pertanian huma mengandalkan komponen biotik dan abiotik untuk mendukung produksi padi, sehingga ekosistem dan kearifan lokal terjaga. Kemudian, distribusi padi diatur oleh warga agar seluruh penduduk desa mendapatkan hasil tani.
Community Development Aksi Bersama membuka mata Teman Aksi Banten bahwa jembatan adalah penghubung produktivitas warga akar rumput, membuka keberanian anak-anak untuk eksplorasi tempat tinggalnya, dan menumbuhkan cinta kepada akar bagi para perantau. Setiap donasi kamu mewujudkan harapan warga menjadi nyata. Mari, kita hadirkan kembali jembatan di titik lain agar semakin banyak warga sumringah dalam menjalani hari-harinya. Klik donasi sekarang di sini, ya!
